<p><strong>DALUNG (25/02/2026) </strong>- Kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026 Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung yang bertempat di Wantilan Kertha Kencana, Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Padang Luwih pada Minggu (8/2). Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, S. Sos., Sekretaris Desa Dalung I Made Trimayasa, S.E., Direktur BUMDes Tri Manunggal Jaya Dalung I Gede Deva Radhi Perdana, S.Kom., Ketua LPM Desa Dalung Drs. Bagus Sapta Tenaya, M.M.Ak., Manggala Prawartaka Ni Luh Ernawati, S.H, M.I.Kom., Ka.Si Pelayanan Desa Dalung Ni Luh Suastiari, S.H beserta staf., Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, S.E., kesarengin Prajuru Desa Adat Padang Luwih., Penayub Desa Adat Padang Luwih., Juru Manggala Panitia., Ketua LPD Adat Padang Luwih I Putu Romy Jaya., Ketua Yowana Prasada Amertha Desa Adat Padang Luwih I Gusti Ngurah Dwipayana, S.E., M.M., Kelian Banjar Adat se-Desa Adat Padang Luwih., Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Desa Adat Padang Luwih., kesarengin Juru Tari., Perwakilan Kelian Banjar Dinas se-Desa Dalung serta diatensi oleh Babinsa, Pecalang, dan Bhabinkamtibmas Desa Dalung.</p> <p> </p> <p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Acara Bulan Bahasa Bali VIII ring Desa Adat Padang Luwih sekaligus sebagai media untuk mengetuk hati Krama Bali senantiasa menjaga dan memupuk minat dan bakat melestarikan Budaya Bali di Desa Dalung pada khususnya di Desa Adat Padang Luwih adapun wimbakara yang terlaksana diantaranya Nyurat Aksara Bali, Mesatua Bali, dan Master of Ceremony (MC). </p> <p> </p> <p>Diwawancarai setelah kegiatan Jro Bendesa Adat Padang Luwih menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai warisan leluhur dan identitas budaya. Program ini bertujuan memperkuat jati diri Krama Bali, memposisikan bahasa Bali sebagai budaya utama, dan membumikannya, terutama di kalangan generasi muda. <em><strong>“Kami telah melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa Bali sebanyak 8 kali dan terus terlaksana, Kegiatan ini merupakan kewajiban Desa Adat untuk melestarikan adat istiadat dan budaya Bali, terutama Bahasa Bali, menulis dalam Bahasa Bali, dan Ugrawakia,”</strong></em> ujarnya.</p> <p> </p> <p>Jro Bendesa juga menambahkan bahwa pada tahun berikutnya ia tetap akan melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa Bali, tentunya ini akan menjadi tambahan pengetahuan dan ilmu untuk adik-adik muda dan masyarakat. Ia juga akan menambahkan wibakara pidarta pada tahun berikutnya. <em><strong>“Harapan titiang bisa mendapatkan alit-alit yowana lan pakis yang betul-betul memahami untuk dijadikan contoh dalam berbahasa bali. Karena setiap tahun akan dilaksanakan lomba oleh Kabupaten, siapapun yang mendapat juara tahun ini akan diikutsertakan dalam lomba di Kabupaten nanti,”</strong></em> tutupnya.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-008).</strong></p>
Kegiatan Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026 di Desa Adat Padang Luwih, Dalung
25 Feb 2026